Statistik

Senin, 12 September 2011

Kalam Habaib "A"



(1)  HABIB  ABDULLAH  bin ALWI bin HASAN AL ATHAS :
           
-          Telah menjadi kebiasaan dari para wali Allah Ash-hab al-ahwal, bilamana mereka mendapati kekurangan pada diri mereka maka merekapun akan mencari seorang guru atau syekh dari jamaah mereka untuk menyempurnakan kekurangan-kekurangan lahiriyah maupun bathiniah pada diri mereka, dan bilamana segala kekurangan tersebut telah sempurna, maka merekapun diberikan “al-libas” sebagai simbol untuk penyempurnaan lebih lanjut, inilah Al-Libas yang dikenal di kalangan kita sebagaimana nash al manqul dari para ulama-ulama ahli haqiqat.
______________________________________________

(2)  HABIB  ALI bin HASAN ALATHAS  SHAHIB AL MASYHAD:
-          Barangsiapa menulis sejarah waliyullah maka dia bersamanya di hari kiamat, barangsiapa mempelajari sejarahnya karena cinta, maka seakan-akan ia mengunjunginya.
-          Janganlah kalian menuntut ilmu kepada sembarangan orang. Akan tetapi carilah seorang guru (syaikh) yang memenuhi 7 (tujuh) perkara.
Pertama, ilmu pengetahuannya luas.
Kedua, sikapnya arif dan rendah hati.
Ketiga, memiliki pemahaman yang dalam.
Keempat, akhlaq dan nasabnya mulia.
Kelima, memiliki matahati yang tajam.
Keenam, berhati baik dan riwayat hidupnya baik.
Ketujuh, memeiliki mata rantai keilmuan yang bersambung kepada rasulullah Saw dan apabila ada seorang sayyid (cucu Nabi Saw) memenuhi 7 kreteria tersebut, maka ia adalah seorang guru yang sempurna.
-          Dan sudah sepantasnya apabila kalian menghormati guru kalian melebihi ulama-ulama yang lain. Dan janganlah kalian sesekali menentang keputusan gurumu dalam setiap persoalan baik yang dhahir maupun yang bathin, agar kalian sampai ketujuan.
-          Riddah atau murtad ada 3 jenis, yaitu :
Riddah I’tiqadiyah ialah melakukan kemurtadan dengan keyakinan, seperti meyakini sesuatu yang bertentangan dengan Islam. Umpamanya orang yang meyakini Allah Ta’ala bersemayam di arasy-Nya seperti bersemayamnya makhluk, padahal Allah itu berbeda dengan makhluk dalam af’al, sifat dan dzat-Nya. Atau meyakini adanya nabi setelah Nabi Muhammad SAW.
Riddah Fi’liyah, yakni murtad dengan perbuatan seperti menghempaskan mushaf al qur’an ke tempat yang tidak pantas, melakukan inhiraf (penistaan) terhadap kitab suci, dan sebagainya.
Riddah Qauliyyah, ialah murtad dengan perkataan. Inilah murtad yang sering dilakukan manusia, baik ia sadari maupun tidak, lantaran tidak mau mengaji agama.
   Untuk kembali kepada Islam, ia mesti mengucapkan kembali syahadat dengan lisannya setelah beristighfar dan bertaubat dengan sebenar-benarnya taubat.
______________________________________________

(3)  HABIB  DR. A. ANIES SHAHAB  :
-          Struktur anatomi lidah kita tidak jauh berbeda dengan lidah hewan mamalia seperti kambing dan anjing. Tetapi, anjing dan kambing tidak mampu berkomunikaso serta menghasilkan artikulasi seperti kita, padahal ia mampu menggerakkan lidahnya dengan baik. Hewan mamalia tidak pernah mampu membuat suatu kalimat dengan intonasi, fluktuasi dan  resonansi seperti yang kita lakukan. Hal ini bisa terjadi hanya karena Allah menyempurnakan penciptaan kita. Allah menghendaki kita menjadi makhluk-Nya yang sempurna. Dengan kemampuan itu anda bisa memberikan pelajaran kecil kepada putra-putri anda. Dengan komunikasi, sekolah-sekolah, bangku perkuliahan dan ceramah agama disampaikan. Dengan memiliki lidah yang sempurna, anda unggul sekian juta persen dibanding hewan mamalia.
-          Kita layaknya sekelompok kafilah. Berjalan seharian, berkejaran dengan gelap yang tak pernah sanggup untuk dikejar. Gelap tetap datang. Cahaya siang pun muncul kembali dari belakang.Dalam keadaan yang relatif sama, ia justru yang mengejar kita. Dan tentu saja, kita mudah untuk dikejar.
-          Begitu juga dengan nikmat Allah, kita seperti mengejar mereka, berburu dengan waktu memanfaatkannya, hingga ke jalan yang tidak benar. Namun, suatu kali ia akan berubah mengejar kita dari belakang. Membelalak mata kita dengan segala kejelekan yang pernah kita perbuat atasnya. Mudah-mudahan Allah membantu kita dalam menetapkan batas-batas kenikmatan yang Ia berikan.
-          Saya seringkali harus menjelaskan kepada pasien-pasien saya bahwa ia menderita penyakit kanker ganas. Saya mengerti bagaimana terpukulnya pasien-pasien itu mendengar penjelasan itu. Sepertinya saya telah memvonis dia dengan kematian. Kanker memang pencuri kebahagiaan seseorang. Tetapi sebagai ummat muslim kita harus menyakini bahwa cobaan yang diberikan Allah kepada kita memiliki unsur magis. Unsur magis ini adalah hikmah yang hanya Allah Swt yang tahu.
-          Bagi kita ummat Islam, penyakit merupakan suatu cobaan dari Allah. Ia mencoba makhluknya untuk mengetahui sebatas apa kesabaran, sejauh apa kecintaan dan setinggi apa rasa syukur yang ia miliki. Karenanya, Allah menjanjikan bahwa setiap penyakit memiliki obat, sebagaimana yang tersebut dalam suatu hadits yang artinya “Semua penyakit memiliki obat masing-masing”.
______________________________________________

(4)  HABIB  ALWI bin ABDULLAH bin SYAHAB  :
-          Bagaimana aku stress sedangkan aku mempunyai al-Qur’an yang aku baca tiap hari. Aku juga punya kitab Habib Abdullah bin Alwi al-Haddad. Juga aku pelajari diwan dan kalam salafusholeh.
-          Dahulu para salaf mendidik anak-anak mereka dalam berniat dengan telaten sebagaimana mengajarkan surah al-Fatihah.
-          Sesungguhnya saat aku bangkit dari tempat dudukku dan berjalan hingga ke pintu, aku membawa 70 niat baik.
_____________________________________________

(5)  HABIB  ABDURRAHMAN bin AHMAD ASSEGAF :
-          Manfaatkanlah waktu yang sedikit dengan sebaik-baiknya. Beribadahlah dalam keadaan apapun, namun dilakukan dengan ikhlas dan gembira, agar kita selalu mendapat limpahan keberkahan dan keselamatan dari Allah Swt.
----------------------------------------------------------------


(6)  HABIB  AHMAD bin ALI bin ABDURRAHMAN ASSEGAF :
-          Sabar memang mudah untuk diucapkan, tapi tidaklah mudah  kala dipraktekkan, apalagi harus menjadi sikap yang menyatu dalam diri seseorang. Kalau sudah menyatu, tentu pribadi yang bersangkutan akan bercahaya, Allahpun amat sayang kepadanya karena kesabarannya itu. Disinilah kita lihat, derajat seorang yang sabar begitu tinggi di sisi Allah. Dan atas izin Allah, apapun yang istemewa bisa terjadi pada orang yang sabar.
-          Bagi Allah, tidak ada yang sulit, karena Dia yang menjadikan apapun. Semesta dan seisinya adalah ciptaan Allah dan Dia dengan keadilan-Nya memelihara semuanya itu. Sebenarnya banyak sekali pelajaran yang diberikan oleh Allah dimuka bumi ini, karena Allah Maha Pendidik, tapi manusia sering alpa dan banayak yang mengingkari ibrah yang diberikan-Nya.
-          Cacat yang dialami seseorang, baik bawaan atau bukan, bagaimanapun merupakan pemberian Allah Swt. Yang tetap harus disyukuri. Dengan cacat itu Allah Swt bermaksud memberikan kelebihan lain yang tidak kita ketahui. Kalau kita tidak menerima kenyataan, dan berburuk sangka atas kondisi itu, berbagai kesulitan akan muncul.
-          Memandang wajah para ulama dan habaib itu akan mendapat berkah, karena mereka orang yang ikhlas, taqwa, yang hidupnya dipasrahkan kepada Allah.
-          Para aulia itu hidup disisi Allah. Meninggalnya mereka saja memberi manfaat kepada yang hidup. Makam mereka diziarahi, pusat ekonomi tumbuh disana. Itu berkahnya. Mungkin banyak orang yang tidak percaya dengan karamah dan keutamaan wali Allah, tapi tidak ada yang berani berbuat kurang ajar terhadap kuburan mereka.
-          Jangan sampai dakwah menjadi mata pencaharian. Kalau diberi sedikit, malas dan patah semangat. Jangan sekali-sekali jual mahal, dan jangan pula pakai target-target. Penuhi undangan siapa saja, tanpa melihat kaya dan miskin.                                                                

(7)  SAYYID  ABU AL-ABBAS AL-MURSI                                    
( SYIHABUDDIN ABUL ABBAS AHMAD bin UMAR bin ALI AL-KHAZRAJI AL-ANSHARI AL-MURSI)  :
-          Nabi Ibrahim al-Khalil disebut pemuda (idaman) tiada lain karena ia berani menghancurkan patung-patung yang dijumpainya, dan engkau wahai anakku ! Engkau mempunyai 5 patung abstrak, jika engkau mampu menghancurkannya maka engkau betul-betul seorang pemuda (idaman), kelima patung itu ialah : nafsu, keinginan, syetan, syahwat dan dunia.
-          Manusia itu ada 2 kelompok, yaitu : orang yang mampu memperoleh karomah Allah karena ketaatannya, dan orang yang mampu mencapai ketaatan kepada Allah karena karomahnya.
-          Barangsiapa mampu melanggengkan dzikir, yakinlah, Allah akan memberinya sesuatu yang tiada ia sangka.
___________________________________________

(8)  SAYYID  ABU YAZID AL-BUSTHAMI  :
-          Seandainya kalian melihat seorang lelaki yang diberi karomah sehingga ia mampu terbang diudara (misalnya), maka kalian jangan tergoda olehnya sampai kalian melihat bagaimana ia menyikapi perintah dan larangan Allah, menjaga hukum-hukum-Nya dan menunaikan syari’at-Nya.
-          Manusia yang paling tertabiri dari Tuhan adalah 3 macam.
Pertama, zahid yang tertabiri oleh kezuhudannya,
Kedua, ahli ibadah yang tertabiri oleh ibadahnya,
Ketiga, ulama yang tertabiri oleh ilmunya.
__________________________________________

(9)  HABIB  ALI bin MUHAMMAD bin HUSEIN AL-HABSYI  :
-          Yang selalu memperlambat terkabulnya do’a seorang hamba adalah karena harapan yang rendah : mengharapkan sesuatu dari makhluk. Angkatlah pandanganmu secara keseluruhan kepada zat yang dibutuhkan semua makhluk. Maka akan tampak tanda-tanda terkabulnya do’a. (Wasiat untuk Sayyid Muhammad bin Syaikh bin Abdullah Musawwa)
-          Wahai saudaraku, berprasangka baiklah kepada Tuhan, wujudkanlah kebenaran janji-Nya, dan rasakanlah kebesaran nikmat-Nya. Cukuplah bagi kita firman Allah, seeperti disabdakan Rasulullah saw : “Aku bersama prasangka hamba-Ku terhadap-Ku, maka berprasangkalah kepada-Ku sesukamu”. (Wasiat untuk Ahmad bin Ali bin Abdillah Makarim)
-          Jika seorang hamba memedulikan penyakit hati seperti penyakit badan, niscaya mereka akan mendapatkan tabib dihadapan mereka. Tetapi, sedikit sekali yang membahas masalah ini, karena mereka telah dikuasai nafsu dan akal. (Wasiat untuk Sayyid Muhammad bin Syaikh bin Abdullah Musawwa)
-          Jika tidak ada ketamakan dan tak ada satu makhlukpun keluar dari lingkaran jejak Nabi Saw, tidak akan ada manusia mengejar dunia yang fana ini atau berpaling dari kebahagiaan negeri akhirat yang kekal. (Wasiat untuk Sayyid Muhammad bin Ahmad bin Ja’far bin Ahmad bin Ali bin Abdullah as-saggaf)
-          Tidak ada derajat yang lebih tinggi daripada prasangka baik, karena didalam prasangka baik terdapat keselamatan dan keberuntungan. Didalam keluasan rahmat Allah sirnalah amalmu seperti amal setiap makhluk. Di dalam rahasia Allah, yang dititipkan pada makhluk-Nya, terdapat sesuatu yang mengharuskan untuk berkeyakinan bahwa semua makhluk  adalah mulia (Wasiat untuk Sayyid Abdullah bin Abdurrahman bin Muthahhar)
-          Keteguhan yang sempurna berbeda-beda. Keteguhan dalam perkataan berbeda dengan keteguhan dalam perbuatan. Keteguhan perbuatan berbeda dengan keteguhan dalam beramal. Keteguhan dalam beramal berbeda dengan keteguhan dalam mencari. Keteguhan dalam mencari berbeda dengan keteguhan dalam apa yang dicari. Sedangkan hakekatnya secara utuh dan merupakan kedudukan yang terakhir, adalah tidak memalingkan pandangan dari Allah sekedip matapun bahkan yang lebih cepat dari itu. (Wasiat untuk Sayyid Muhammad bin Hamid bin Umar bin Muhammad bin Saggaf al-Shafi al-Saggaf)
-          Janganlah kamu putuskan kehadiranmu ditempat-tempat yang baik karena alasan kesibukan dunia. Hati-hatilah, karena itu merupakan tipudaya syetan. Hadirkanlah Allah ketika sendirian, sembahlah Dia, seakan melihat-Nya, dan jika tidak melihat-Nya, sesungguhnya Dia melihatmu. (Wasiat untuk Muhammad bin Abdullah bin Zain bin hadi Ba Salamah)
-          Tutuplah mata dari perhiasan dunia dan segala kenikmatan fana yang dimiliki budak-budaknya serta kenikmatan yang akan terputus. Sesungguhnya semuanya seperti kau saksikan bahwa dunia ini cepat berpindah dan dekat kefanaannya (Wasiat untuk Sayyid Muhaammad bin Abdullah bin Abdurrahman bin Muthahhar)
-          Jadikanlah al-Qur’an dan dzikir kepada Allah bacaan  sehari-harimu. Bertafakurlah terhadap rahmat Allah. Jika mungkin setiap waktu hanya ada antara dirimu dan Tuhan, dan pada saat itu telitilah diri sendiri. Rasulullah Saw bersabda : “Telitilah dirimu, sebelum kalian diteliti”. Seseorang yang meneliti dirinya didunia, perhitungan baginya akan lebih ringan diakherat kelak. (Wasiat untuk Sayyid Hasan bin Ali bin Toha al-Habsyi)

-          Orang yang lalai mengira bahwa dirinya mencapai kelezatan dunia tanpa mengetahui bahwa sebenarnya kemanisan dunia bercampur dengan kepahitannya. Sedangkan kehidupan indah yang sebenarnya adalah berpaling dari dunia, kemudian masuk ke hadhirat Yang Maha Kaya dengan sifat faqir, miskin, lalu memetik sesuatu yang indah dari tempat itu (Wasiat untuk keluarga al-Kaff)
-          Kerjakan segala perintah Allah dan tinggalkan larangan-Nya. Jangan sampai Allah melihatmu melakukan apa yang dilarang-Nya, atau kehilanganmu pada perintah-Nya. Bangkitlah untuk memenuhi hak Allah. Bersemangatlah melakukan sesuatu yang membuat para salaf (pendahulu yang saleh) mulia. (Wasiat untuk putrinya, al arifah billah Khadijah)
-          Cabutlah ketajaman dari sarung pedang tabiatmu yang membelah akar cinta dari asalnya. Taburilah tanah dengan benih pohon-pohon kezuhudan, hingga menghasilkan qurb (kedekatan) kepada Allah, air telaga dari celah wishal (persatuan dengan Allah), dan pengetahuan pada puncak tujuan. (Wasiat untuk pencintanya, Ahmad bin Ali bin Abdillah Makarim)
-          Motivasi taubat sangat banayak, tetapi yang paling kuat adalah renungan (fikr).  Renungkanlah berbagai nikmat dari Allah kepadamu sejak engkau berupa mani menjadi manusia yang lahir ke alam ini dan berbagai nikmat lainnya yang kau peroleh hingga saat ini. Renungkanlah nikmat Allah yang engkau terima dalam setiap pertumbuhanmu. Sebab dalam setiap nafas terdapat nikmat yang banyak sekali. Andai kata tidak ada nikmat itu, maka engkau tidak akan pernah  terwujud. Jika engkau renungkan nikmat ini, maka dalam dirimu akan muncul rasa cinta kepada Allah. Karena, sudah menjadi watak hati untuk mencintai siapa saja yang berbuat baik kepadanya. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw. : “Dan pada hakikatnya yang berbuat baik kepadamu adalah Allah Swt.”
-          Merenung juga akan membuahkan rasa malu. Jika engkau renungkan berbagai nikmat yang diberikan Allah maka engkau akan malu menggunakan berbagai nikmat itu untuk bermaksiat kepada-Nya. Apakah pantas kebaikan engkau balas dengan keburukan ? Ini tanda yang paling membuktikan bahwa manusia sangat zalim dan bodoh. Jika engkau perhatikan pelbagai nikmat yang didberikan Allah kepadamu dan engkau merasa malu untuk membalasnya dengan keburukan, maka engkau akan menyesali semua keburukan yang pernah engkau lakukan setelah itu dalam dirimu akan timbul tekad untuk berbuat baik dimasa mendatang.
-          Barangsiapa menghafal maulidku (Simthud Durar) atau menulisnya dari awal hingga akhir, Allah Swt akan membukakan pintu rahmat-Nya sehingga ia menjadi pandai.
-          Mustahil kalian menginginkan sorga dan selamat dari siksa neraka jika kalian tidak mengetahui jalan yang dapat menghantarkan kalian ke sorga dan tidak memperoleh penuntun yang menunjukkan jalan tersebut kepada kalian. Carilah penunjuk jalan dan perkuatlah keyakinan kalian.
-          Wahai manusia, jika kau lihat dirimu senang pada kebaikan dan bersemangat untuk beramal, maka itu merupakan tanda bahwa kau adalah seorang ahlil khair.
-          Sesungguhnya didunia ini Allah memiliki sorga, barangsiapa masuk kedalamnya, ia tidak akan merindukan sorga akherat. Sorga itu adalah ma’rifat kepada Allah.
-          Gunakan kesempatan ketika masih muda. Belajar, belajar dan belajar. Dan saat sudah tua, perbanyaklah amal ibadah.
-          Tidak ada yang menyebabkan kerugian, kecuali keengganan kita dalam mengkaji kisah kaum shalihin.
-          Siapa tidak menempuh jalan  leluhurnya pasti akan bingung dan tersesat. Wahai para keturunan Nabi, ikutilah jejak mereka (salaf) tempuhlah jalan yang lurus dan jauhilah segala bid’ah. Pergilah bersama mereka yang mencintai dan mentaati Allah dalam beramal dan menjauhi segala larangan-Nya. Ikutilah jejak mereka (salaf) selangkah demi selangkah. Berkat mereka, engkau akan mendapatkan banyak manfaat, luas, agung dan mulia budi pekerti mereka.  Tak akan pernah kau dapati perselisihan dan pertentangan dalam ajaran mereka. Mereka bersunguh-sungguh dalam beramal, hingga dapat meraih kedudukan tinggi dan mulia.
-          Kenali kebenaran dari ahlinya. Berjalanlah bersama mereka, hendaknya kalaian berjalan dibelakang mereka. Kebahagiaan seluruhnya terletak didalam mengikuti mereka. Beruntung orang yang memuliakan mereka atau melihat orang yang melihat mereka. Beruntung orang yang hatinya menggantungkan dengan mereka dan melazimi jalan mereka. Karena tidak ada kaum yang sebaik mereka (salafus shaleh).
__________________________________________


(10)HABIB  ALWI bin ALI bin ALWI AL-HABSYI  :
-          Wahai orang yang hendak beribadah, wajib atasmu nmemelihara perut dan menjadikannya baik, karena perut itu salah satu anggota tubuh yang paling payah diperbaiki dan paling banyak bimbangnya dan paling besar mudharat dan pengaruhnya, sebab perut itu seolah-olah sumber/mata air dan tambang, dan dari sanalah bergolak-golaknya segala tenaga yang timbul pada anggota tubuh seperti kekuatan dan kelemahan, ketelitian dan kecerobohan dan sebagainya. Oleh karena itu, wajib bagimu sejak permulaannya memelihara perut dari barang yang haram, kedua harus dijaga dari barang halal yang berlebih-lebihan.
-          Selain makanan jasad, tubuh juga membutuhklan makanan rohani. Cinta (mahabbah) kepada Rasulullah Saw merupakan salah satu makanan rohani yang penting bagi kehidupan kita sehari-hari.
-          Bagi orang-orang yang ingin sukses, paling tidak ada 2 jalan yakni dengan bertaqwa kepada Allah Swt dan memilih tema-teman yang baik.
-          Setiap dakwah itu ada tantangan, karena do’anya tidak makbul kalau tidak ada tantangan.
-          Seorang santri yang berbaur dengan kiainya akan melihat perilaku sehari-hari kiainya. Saat guru makan, santri ini melihatcara makannya. Itulah juga kenapa saat manaqib sering dibacakan talaqi. Jadi pelajaran itu tidak hanaya formal, tapi juga yang dilihat lalu diteladani. Ini kekurangan pendidikan zaman sekarang, disamping tokoh yang akan diteladani itu juga semakin langka.
___________________________________________

(11)HABIB  ABDULLAH bin ALWI AL-HADDAD  :
-          Dalam zaman sekarang ini orang harus dengan lemah lembut mengajak orang kembali kepada kebenaran Allah. Agar dapat berbuat seperti itu, dia harus membiasakan diri dengan perilaku yang baik,lebih baik daripada orang lain. Bila ada yang mau mengikutinya, dia adalah bagian dari dirinya. Orang yang menentang atau melawannya, serahkan sajalah persoalan orang itu kepada Allah. Zaman sekarang ini adalah zaman yang disebut dalam hadits sebagai zaman akhir, dimana tiap orang harus menjaga dan memperhatikan diri sendiri, tidak berkewajiban menyelamatkan orang lain (dari murka Allah), karena ikatan kemanusiaan didalam zaman ini sudah melemah.
-          Barangsiapa belum mengenalnya, hendaklah ia mempelajarinya. Jika ia tidak mau belajar,tetapi ingin mengamalkannya, dia tidak akan mengerti bagaimana cara mengamalkannya.
-          Orang yang beriman lebih suka jika yang menjadi haknya berkurang sedikit. Itu merupakan sikap hati-hati yang dapat menyelamatkannya dari perbuatan mengurangi haknya sendiri secara berlebih-lebihan, yang semestinya harus dihindari. Mengurangi haknya sendiri secara wajar juga merupakan sedekah yang kelak akan diperhitungkan bersama amal-amal kebajikannya.
-          Janganlah mengira semua ini aku dapatkan dengan mudah tanpa bekerja keras. Tahukah kalian, dulu aku berkeliling ke sejumlah shalihin di seluruh Hadramaut untukmenuntut ilmu,sekaligus melakukan tabarukan,mengambil berkah mereka ?
-          Janganlah kamu tinggalkan ketaqwaan dan hanya bersandar pada nasab. Karena telah diangkat oleh Islam derajat salman al-Farisi (yang dulunya penyembah api kemudian menjadi muslim) dan sebaliknya telah dijatuhkan derajat Abu Lahab (yang dulunya seorang bangsawan kemudian menjadi musyrik).
-          Hakikat shalat itu, kita menghadap kepada Allah Swt, sedangkan Allah Swt menghadap kita. Pada suatu saat kita menoleh kebelakang , Allah Swt  memberikan maaf sekali. Kedua kali Allah masih memberikan maaf. Setelah ketiga kali, Allah akan meninggalkan kita.
-          Seorang arif billah. Maqamnyaadalah kewibawaan, hal ihwalnya adalah penyadaran diri kepada Allah, sifatnya adalah senantiasa kembali kepada Allahj, selalu bermohon kepada-Nya, bersungguh-sungguh dalam berdo’a seolah mendesak, menundukkan diri, khusyu’ dan melihat kekurangan pada dirinya.
-          Ilmu itu seperti harta benda dirumah yang tidak dapat diambil, kecuali dengan kunci. Begitulah ilmu para ulama dan arifin, tidak akan dapat dopelajari dan diambil manfaatnya, kecuali dengan mengajukan pertanyaan secara jujur dan dengan keinginan yang kuat serta adab yang baik.
-          Ketahuilah bahwasanya shalat malam adalah ibadah yang cukup berat bagi tubuh manusia, terutama apabila dikerjakan setelah tidur. Akan tetapi ibadah itu dapat menjadi ringan apabila dikerjakan terus menerus dan disiplin. Kita juga harus bersikap sabar terhadap godaan,serta ketika menunaikannya hendaklah punya kekuatan melawan hawa nafsu, sebab lama kelamaan Allah akan menurunkan rahmat-Nya sehingga terbiasa dan menjadi ringan. Akan ditemukan juga kelezatan berjumpa dengan Allah pada malam yang hening dan sepi. Jiwa manusiapun akan menjadi tenang, hening dan tenteram.
-          Semestinya seseorang tidak menetap ditempatnya saja, melainkan berjalan di muka bumi, barangkali saja ia melihat orang yang lebih sempurna dibandingkan dirinya sehingga ia dapat mengikutinya jika ia mampu melakukannya dan juga terbantu oleh keadaan dan waktu. Atau ia melihat sesuatu yang dapat dijadikan pelajaran sehingga ia dapat mengambil pelajaran , memberikan manfaat, atau mengambil manfaat.
-          Seandainya engkau datang membawa bejana kotor kepada seseorang untuk mendapatkan minyak, madu atau semacamnya, ia akan berkata kepadamu , “Pergilah, cucilah dulu!” Bagaimana rahasia ilmu akan ditempatkan dalam hati yang kotor ?
-          Ridha dengan ketentuan Allah adalah menghilangkan segala bentuk penentangan akan takdir-Nya. Namun tetap berusaha mencari sesuatu yang mesti dicari dan menghindari perkara yang harus dihindari.
-          Termasuk menentang takdir adalah manakala seseorang menjelekkan saudaranya dengan perkara (cacat) yang diluar kehendaknya.
-          Dunia itu ada 3 : yang terpuji, yang boleh, dan yang tercela.
Dunia yang terpuji yaitu dunia yang dengannya seseorang bisa sampai kepada perbuatan baik atau bisa selamat dari perbuatan tak baik.
Yang kedua, dunia yang mubah; tidak terpuji dan tercela yaitu dunia yang tidak menyebabkan seseorang meninggalkan perintah atau melakukan perbuatan yang dicela agama.
Yang ketiga, dunia tercela adalah dunia yang dengannya seseroang meninggalkan ketaatan dan melakukan kenikmatan.
-          Menyimpan perasaan benci terhadap sesama muslim adalah suatu kesalahan besar, kecuali jika itu terjadi tidak atas kemauannya sendiri. Misalnya, orang yang dibencinya itu memperkosa haknya. Dalam hal seperti itu, menyimpan perasaan benci tidak dilarang (tidak diharamkan), tetapi dia harus segera menebus kesalahannya (kebenciannya itu) dengan tidak menyukai orang muslim yang dibencinya itu, dengan beristighfar. Selanjutnya, dia harus dapat menahan diri agar ketidaksukaannya jangan sampai mendorong dirinya bertindak melampaui batas yang dibolehkan hukum syari’at (mubah). Itulah kaffarahnya.
-          Patuh pada ayah ibu mendatangkan berkah. Hubungan silaturrahmi diberkahi Allah, memperpanjang umur, melonggarkan rezeki dan mencegah kejahatan musuh. Orang yang memperoleh taufiq Allah, dia beruntung. Orang yang disesatkan Allah dan dikehendaki kebinasaannya, tidak ada apapun yang berguna baginya. Apabila Allah menghendaki keburukan menimpa seseorang, Dia menggiringnya kepada tindakan memutuskan hubungan kekerabatan (silaturrahmi). Denganm tindakannya itu Allah akan mempercepat kepergiannya, kebinasaannya dan kehancurannya.
-          Apabila anda terkena cobaan yang masih memungkinkan untuk bersabar menghadapinya, janganlah anda meninggalkan kesabaran dan menggantinya dengan keluh kesah dan lain sebagainya. Bahakan anda hendaknya berusaha mengubah kesabaran menjadi bersyukur jika penderitaan berat masih terus menimpa anda. Orang-orang zaman dahulu bila Allah Swt menurunkan cobaan atas mereka, dengan lapang dada mereka menerimanya disertai keyakinan bahwa Allah akan melimpahkan ketenangan kedalam hati mereka. Dengan demikian mereka dapat tetap bersabar dan mengalah.
-          Adapun segala kesalahan yang berkaitan dengan hak aku, aku telah memaafkannya. Tetapi hak Allah, sesungguhnya tidak akan dimaafkan.
-          Seorang hamba tidak dituntut untuk menjalankannya didalam bathin hingga dia dapat memeperbaiki bentuk shalat secara lahir. Bila dia telah menjalankan secara lahir dengan baik, akan kembali pula shalatnya secara bathin. Ingat, tidak mungkin melakukan shalat secara bathin kecuali dengan melakukan latihan olah hati sebagai pendahuluan, dan meninggalkan pendalaman dalam berbagai hal sebelum melakukannya. Seandainya bukan karena keutamaan shalat jamaah, kami tidak akan melakukannya, dan lebih baik menjalankan shalat sendiri.
______________________________________________




(12)HABIB ABDUL QADIR bin AHMAD bin ABDURRAHMAN  ASSEGGAF  :
-          Yang banayak menimpa manusia pada zaman yang akhir ini adalah satu hal yang disebut dengan futural himmah (vakumnya kesungguhan hasrat) dalam mencapai kemuliaan disisi Allah.
Para ulama berkata sesungguhnya al-Himmah (kesungguhan hasrat) merupakan penuntun lahirnya sebuah taufiq ilahi (pertolongan Allah bagi hambanya agar mampu melaksanakan ketaatan) dan sebagai pos bisyarah (kabar gembira). Jika seseorang memiliki keinginan atas sesuatu lalu ia bersungguh-sungguh didalam mencapainya, maka segala kesukaran akan menjadi mudah dan ringan baginya, Allahpun akan membantunya dengan ma’unah dan taufiq-Nya, serta dengan pengukuhan dan pemeliharaan menuju kebenaran, hingga segala kesulitan akan tunduk baginya dan Allah akan menjadikan segala keinginannya menjadi realita (kenyataan).
Hal inilah yang banyak hilang dari manusia dizaman ini, sebab musababnya tiada lain yaitu para manusia dimasa sekarang ini dirinya telah mencair dan hatinya telah meleleh, hingga ia tidak mampu lagi melihat hakikat insaniyahnya. Bukankah sesungguhnya Allah Swt telah memuliakan manusia dan menjadikan dalam dirinya keistemewaan yang tidak dimiliki oleh makhluk yang lain. Dalam diri seorang manusia Allah memberinya kemampuan menalar yang juga ditunjang oleh kekuatan fisik, dan kecerdasan berfikir yang dengan itu semua seorang manusia mampu menundukkan gunung dan menggoyahkan batu karang. Semua kekuatan itu kini telah melemah.
-          Jika saja seseorang bersungguh-sungguh menggunakan daya upayanya untuk mencari keredhaan Allah. Ia pasti akan menolongnya dengan taufiq, hingga ketika ia melakukan apa yang diinginkan segala kesulitan akan menjadi jinak disisinya, tiada lagi sesuatu yang mustahil baginya. Dan sesungguhnya tidak ada sesuatu yang mustahil di dunia ini. Maka seyogianya setiap orang bersungguh-sungguh dan berijtihad serta berlaku jujur dalam niatnya. Apabila ia menghadap kepada Allah diiringi dengan kesungguhan maka Allah pasti akan membantunya, terlebih dalam urusan ibadah dan kebaikan. Bukankah kalian telah banyak mendengar ahwal (amaliah) para guru pembesar dan kaum arifin dari salaf kita ? Diantara mereka ada yang menghidupkan seluruh amalannya dengan ibadah, diantara mereka ada juga yang menghidupkan sepertiga, separuh malam ada pula yang lebih dan kurang.
Adapun kebanyakkan orang sekarang merasa berat untuk bangun malam karena ia tidak pernah puas beristirahat (bermalas-malasan), hingga ia baru mau bangun ketika menjelang fajar atau justru bersamaan masuknya waktu subuh, itupun dengan kepala yang enggan untuk bangun seakan ia tidak mampu bergerak karena merasa kurang tidurnya, ini semua adalah akibat gangguan dan rayuan syetan. Lihatlah perbedaan ini dengan mereka yang menghidupkan waktu malamnya, baik sepertiga maupun separuh malam, sebagaimana yang telah digambarkan Allah dalam firman-Nya. Orang-orang tersebut tidak pernah berat untuk bangun karena merasa kurang tidurnya, mereka justru bangkit dengan tubuh yang ringan dan giat serta tuma’ninah dalam beribadah, mereka bisa lakukan itu karena didorong oleh kekuatan himmah yang menjadi sebab adanya taufiq ilahi. Disinilah letak pentingnya kesungguhan hasrat dalam urusan akherat tidak terkecuali urusan duniawiyah.
______________________________________________

(13)HABIB  AHMAD Bin  ABDURRAHMAN ASSEGAF  :
-          Orang yang bahagia adalah orang yang menjaga diri dan hatinya untuk mencintai Allah dan Rasul-Nya. Oleh karena itu didiklah jiwa kita dan keluarga untuk senantiasa duduk dan menghadapkan wajah kita kepada Allah Swt. Maka pasti Allah akan meemberikan segala-galanya dan tidak akan membiarkan kita begitu saja. Jadikan hari-hari kita tanpa maksiat sehingga kita akan merasakan Hari raya setiap harinya. Setiap orang hendaknya memanfaatkan waktunya dan tidak menyia-nyiakan baik untuk urusan dunia maupun akherat, karena orang yang menyia-nyiakan waktunya mirip dengan penganggur. Kunjungilah orang-orang yang shaleh agar mata kita menatap wajah mereka hingga terekam apa yang mereka lakukan pada diri kita.
-          Lihatlah para salaf kita yang sudah sampai pada puncak ilmu dan amal. Mereka masih menangisi akan langkah dan mujahadah mereka jika dibandingkan dengan para pendahulunya.
-          Shalat kita pada masa sekarang ini tidaklah seperti shalat para salaf terdahulu yang penuh khusyu’ dan khidmad. Shalat kita merupakan shalat yang selalu dipenuhi kelalaian dan kealpaan, sehingga sangatlah kecil persentase diterimanya. Orang-orang sufi terdahulu yang tidak diragukan lagi kedalaman ilmu pengetahuannya, menambahkan  3 (tiga) rukun pada rukun-rukunshalat. Yaitu : khusyuk’ atau tadabbur (hadirnya hati), khudu’ (merendahkan diri kepada Allah) dan ikhlas.
-          Orang yang memikirkan urusan dunia dalam shalat sama halnya dengan orang yang melumuri al-Qur’an yang suci dengan khamar. Shalat yang seharusnya menjadi wadah yang suci, telah mereka penuhi dengan kotoran-kotoran yang menjijikan.
-          Jadilah engkau magnet sedangkan orang-orang menjadi besinya, sehingga setiap orang yang melihatmu akan tertarik dan mengikutimu.
______________________________________________

(14)HABIB  ABDULLAH bin HUSIN bin THOHIR BA’ALAWY  :
-          Ketika kalian hendak memasuki dunia kerja persiapkanlah niat-niat yang baik terlebih dahulu. Mencari rezeki yang halal adalah wajib bagi setiap insan muslim. Untuk itu, niatkanlah didalam hati bahwa tujuan kalian bekerja adalah untuk mendapatkan rezeki yang halal yang dapat menunjang kehidupan agama kalian, menjaga martabat kalian serta keluarga kalian agar tidak meminta-minta kepada orang lain juga untuk menghindari diri kalian dari sikap ingin mem iliki hak-hak orang lain. Akan tetapi, ditengah-tengah kesibukan kerja, janganlah kalian melalaikan urusan akherat. Luangkan waktu untuk memepelajari ilmu syari’at yang diwajibkan kepada kalian, laksanakan shalat 5 waktu dengan berjamaah, jagalah keistiqamahan kalian dalam membaca wirid-wirid.
-          Sesungguhnya ibadah yang dilaksanakan oleh orang yang memakan barang haram atau memakai baju yang haram takkan diterima oleh Allah Swt.
-          Apabila kalian telah mendapatkan rezeki yang sekiranya mencukupi kebutuhan kalian diwaktu itu, maka qana’ah (merasa cukup)-lah dengannya lalu bersyukur kepada Allah serta jangan mengharapkan yang berlebihan untuk masa yang akan datang. Janganlah kalian bersikap tamak dan selalu mengharap lebih, sehingga tubuh dan hatimu akan kecapaian karenanya. Asal tahu saja, sesungguhnya takkan sampai kepada kalian kecuali rezeki yang telah ditakdirkan untuk kalian.
-          Hati-hatilah, jaangan pernah menipu, berkhianat ataupun berbohong dalam setiap pekerjaan kalian. Karena semua tindakan itu memancing amarah Allah Swt. Dan menghapus keberkahan dan jerih payah kalian. Dasarilah segala urusan pekerjaan kalian dengan sikap jujur dan nasehah. Keluarkan semua hak yang diwajibkan dalam harta kalian seperti zakat, pelunasan hutang, serta nafkah-nafkah yang wajib dengan senang hati dan lapang dada.
-          Memotong keberlangsungan Islam baik dengan perkataan, perbuatan maupun keyakinan yang tidak mengharuskan ketiganya bersama untuk dikatakan sebagai perbuatan murtad.
-          Kerjakanlah semua perbuatan baik, dan apabila engkau tidak mampu mengerjakan semuanya, maka janganlah engkau tinggalkan semuanya. Jauhilah semua perbuatan buruk, dan jika engkau tidak mampu meninggalkan semuanya, maka janganlah engkau mengerjakan semuanya.
-          Berusahalah agar tidak berlalu sedikitpun waktu dari hidupmu kecuali engkau gunakan untuk beribadah. Dan jika engkau tidak mampu melakukan itu, maka berhati-hatilah jangan sampai engkau membuang-buang waktu dikala orang-orang disekitarmu sedang sibuk beribadah.
-          Dan suatu perbuatan yang akan membuatmu senang apabila ajal datang sedangkan engkau dalam perbuatan itu, maka lazimilah perbuatan itu. Dan suatu perbuatan yang dikerjakan oleh ahli kubur seandainya mereka masih hidup, maka kerjakanlah dan insya Allah engkau menjadi beruntung. Dan suatu perbuatan yang disesali oleh para ahli kubur karena mereka telah mengerjakannya, maka tinggalkanlah, sebelum engkau  nantinya menyesal dihari dimana penyesalan tiada bermanfaat.
-          Sesungguhnya perasaan was-was, bisikan-bisikan buruk dan maksiat-maksiat merasuki diri manusia kebanyakkan liwat mata, lisan dan telinga. Sekalipun terkadang lewat selain ketiganya, namun dari ketiga media tersebut sangatlah dominan. Dan obat paling mujarab dan ampuh untuk membentengi ketiganya adalah dengan wahdah (menyendiri) dan khalwah atau uzlah (mengasingkan diri).
-          Teruslah mencari rahmat Allah dan jangan pernah patah arang. Paksakan dirimu untuk senantiasa khusyuk dalam setiap ibadah. Dan jika muncul perasaan was-was mengganggumu, maka buanglah perasaan itu dan katakan pada dirimu ; “Mudah-mudahan aku bisa khusyuk nantinya”. Dan bertaubatlah dari segala dosa. Dan apabila nafsu telah menguasaimu dan akhirnya engkau berbuat dosa, maka segeralah bertaubat dan katakan pada dirimu : “Mudah-mudahan ini adalah perbuatan dosaku yang terakhir”. Dan janaganlah engkau tinggalkan mujahadah (memerangi hawa nafsu) dan menyerah pada syetan karena seringnya engkau kembali berbuat dosa dan merusak taubatmu. Karena justru itulah tujuan dan kemenangan syetan.
-          Jika kalian berniat melaksanakan haji, mula-mula persiapkan bekal cukup dari harta yang halal. Lalu, jika kalian mampu, bantulah terlebih dahulu orang-orang kurang mampu disekitarmu. Sebab esensi haji adalah perkataan bagus dan semangat untuk berbagi.
-          Bekali pula diri kalian dengan pengetahuan fiqih haji, agar kalian bisa melaksanakan prosesi secara sempurna dan terhindar dari kerusakan ibadah. Lazimilah wirid-wirid serta dzikir-dzikir yang disunahkan kala bepergian atau berhaji, seperti do’a turun dari kendaraan, naik kendaraan, memandang kota dan lain-lain sebagainya. Bacalah wirid-wirid yang sekiranya tidak  membebani diri kalian. Jika kalian tidak menghafal satu wiridpun, kalian cukup berujar :
“Ya Allah, aku minta kepada-Mu segala kebaikan yang pernah diminta oleh hamba, sekaligus nabiMu, Muhammad Saw dan aku berlindung kepada-Mu dari segala yang pernah dimintakan perlindungan kepada-Mu oleh nabi-Mu, Muhammad Saw.
-          Jika seseorang ditakdirkan oleh Allah Swt untuk sampai ketempat-tempat yang mulia dan penuh berkah, maka seyogianya ia memuji kebesaran-Nya dan mensyukuri karunia itu. Janganlah sampai ia lupa diri dan melanggar etika kepantasan ditempat-tempat tersebut. Jangan suka pula ia bermalas-malasan dan membuang waktu, akan tetapi, hendaklah ia sebisa mungkin melaksanakan adab yang baik dalam tindak tanduknya, dhahir dan bathin, dan menjalankan ibadah dengan cara yang paling sempurna. Terpenting lagi, hendakalah ia berprasangka baik kepada semua orang, dan tidak meremehkan siapapun. Sebab, di Haramain dosa kecil nilainya amat besar, sebagaimana pula nilai pahala dilipatgandakan disitu.
______________________________________________

(15)SYEKH  ABDUL QADIR JAILANI
(Muhyidin Abu Muhammad Abdul Qadir bin Abi shalih Musa bin Abu Abdillah Al-Jily bin Yahya bin Muhammad bin Dawud bin Musa bin Abdullah bin Hasan bin Ali bin Muthalib)  :
-          Syari’at sudah sempurna, tidak akan berubah sampai hari kiamat. Allah tidak akan mengubah yang haram menjadi halal, walaupun untuk orang-orang yang menjadi pilihan-Nya.
-          Bukanlah karena ilmuku aku terselamatkan, tapi karena rahmat Allah, pengatur sekalian alam.
-          Sesungguhnya, jika seseorang dapat melihat kebenaran dengan mata hatinya, kebenaran itu tidak akan hilang.
-          Aku telah meminta tolong dengan kalimat Laa Ilaaha Illallah Subhanahu wa ta’ala. Dia hidup dan tidak akan mati, Maha Suci, Yang Mulia dengan kekuatan-Nya dan yang memaksa hamba-hamba-Nya dengan kematian, Laa Ilaaha Illallah, Muhammadur Rasulullah.
-          Jangan berupaya menjarah sesuatu rahmat, dan jangan pula berupaya menangkis datangnya sesuatu bencana. Rahmat akan datang kepadamu, jika ia sudah ditakdirkan bagimu, baik kau suka ataupun tidak suka. Bencana akan datang menimpamu, jika itu takdir bagimu, entah kau suka atau tak suka, dan mencoba menangkisnya dengan do’a, atau menghadapinya dengan kesabaran dan keteguhan hati demi mendapatkan keridhaan-Nya.
-          Kedustaanmu menyatakan puji syukurmu atas sesuatu rahmat yang sesungguhnya belum datang kepadamu, lebih baik ketimbang cerita-ceritamu perihal kepedihan hidup.
-          Bila sesuatu yang meragukan berbaur dengan sesuatu yang tidak meragukan, maka ambillah jalan yang didalamnya tiada sedikitpun keraguan dan campakkanlah yang menimbulkan keraguan.
-          Andaikata kau merasa kehabisan kesabaran, kepasrahan dan kefanaan, maka ingatlah bahwa Dia Swt tidak butuh diingat, Dia tidak lupa kepadamu dan selainmu. Ia yang Maha Kuasa lagi Maha Agung memberikan rizki kepada para kafir, munafik dan mereka yang tidak mematuhi-Nya. Mungkinkah Dia lupa kepadamu, duhai yang beriman, yang mengimani ke-esaan-Nya, yang senantiasa patuh kepada-Nya dan yang teguh dalam menunaikan perintah-perintah-Nya siang dan malam.
-          Salahkanlah dirimu sendiri, yang berbuat kekejian dan ketakpatuhan terhadap-Nya, hal ini lebih baik. Nisbahkanlah ketakadilan kepada dirimu sendiri, hal ini lebih layak. Waspadalah akan keserasian dengan diri, sebab hal ini adalah musuh Allah dan musuhmu, kawan musuh Allah dan kawan musuhmu, yakni si iblis yang terlaknat.
-          Jika sesuatu tak ditentukan bagimu, Dia mencukupimu dan membuatmu ridha kepada-Nya, meski kau miskin. Bila kau miskin dan sakit, Dia membuatmu senang dengan kesulitan yang menimpamu itu. Bila berutang, Dia buat hati si pemberi utang lembut terhadapmu, hingga kau lunasi utang itu. Bila permohonanmu tidak dikabulkan di dunia ini, Dia akan memberimu di akherat.
-          Bertakwalah kepada Allah, taatilah Dia, milikilah kesucian hati, kendali diri, kebiasaan memberikan hal-hal bermanfaat. Jauhkaanlah penderitaan dan kemiskinan, jagalah kesucian rohaniawan, bergaullah dengan sesamamu, nasihatilah kaum muda dengan kebaikan, jauhilah permusuhan dengan sahabat, jauhilah pula mereka yang bukan salik dan bertolong-tolonganlah dalam hal-hal agamis dan duniawi.
-          Taswuf didasarkan pada 8 hal, yaitu :
1.    Kemurahan nabi Ibrahim as
2.    Kepasrahan nabi Ismail as
3.    Kesabaran Nabi Ya’kub as
4.    Do’a nabi Zakaria as
5.    Kemiskinan Nabi Yahya as
6.    Berbusana wool seperti nabi Musa as
7.    Berlanglang buana seperti nabi Isa as
8.    Kesahajaan nabi Muhammad saw.
-          Seorang mukmin, pertama-tama menunaikan yang wajib. Bila ia telah menunaikan yang wajib, maka ia menunaikan yang sunnah. Bila ia telah menunaikan keduanya, maka ia menunaikan yang tambahan. Nah, bila seseorang belum melaksanakan yang wajib, sedang ia melaksanakan yang sunnah, maka hal itu merupakan kebodohan, takkan diterima dan ia akan hina. Ia seperti orang yang diminta untuk mengabdi kepada raja, namun ia tidak mengabdi kepadanya, tapi ia mengabdi kepada hamba sang raja yang berada dibawah kekuasaannya.
-          Bila didalam diri manusia bersarang berbagai dosa, noda dan kesalahan, maka tidak layak baginya bersama-Nya sebelum ia bersih dari dosa-dosa. Tidak seorangpun dapat mencium ambang pintu-Nya, kecuali ia suci dari noda ujub, sebagaimana tidak seorangpun layak bersama raja kecuali ia bersih dari noda dan bau busuk. Nah, semua musibah tidak lain adalah sarana penebus dan pembersih diri. Nabi saw telah bersabda : “Deman sehari dapat menebus dosa sepanjang tahun”.
-          Betapa aneh kau marah kepada tuhanmu, menyalahkan-Nya dan menganggap-Nya, yang Maha kuasa lagi maha agung, tidak adil, menahan rizki, tidak menjauhkan musibah. Tidakkah kau tahu bahwa setiap kejadian ada waktunya dan setiap musibah ada akhirnya ? Keduanya tak bisa dimajukan dan ditunda. Masa-masa musibah tak berubah, sehingga datang kebahagiaan. Masa-masa kesulitan tak berlalu, sehingga datang kemudahan. Berlaku paling baiklah, diamlah senantiasa, bersabar, berpasrah dan ridhalah kepada Tuhanmu, bertaubatlah kepada Allah.
-          Aku ditanya, kematian apakah yang didalamnya tiada kehidupan, dan kehidupan apakah yang didalamnya tiada kematian ? Kematian yang tiada memiliki kehidupan ialah kematianku dari sesamaku, sehingga aku tak melihat manfaat dan munkarat mereka, dan kematianku dari diriku dan keinginanku, dari tujuanku didalam kehidupan duniawi dan kehidupan setelah matiku, sehingga aku tak berada didalam ini semua. Kehidupan yang tidak memiliki kematian ialah kehidupanku dengan kehendak-Nya, sehingga aku tak maujud didalam-Nya, dan kematianku didalam-Nya ialah kemaujudanku dengan-Nya.
-          Jangan meminta kepada Allah Swt sesuatu pun selain ampunan bagi dosa-dosamu, perlindungan dari dosa-dosa kini dan kelak, kemampuan untuk menunaikan perintah-perintah, untuk memantang dari segala yang haram, untuk ridha dengan pahitnya ketentuan-Nya, untuk bersabar dalam menghadapi pedihnya musibah, untuk mensyukuri limpahan karunia, dan akhirnya untuk mati dengan khusnul khatimah, bersama dengan para nabi, para shiddiq dan para shaleh.
-          Jangan pula memohon kepada-Nya untuk menyingkirkan kemiskinan serta musibah dan untuk menganugerahkan kemudahan, tetapi mintalah kepada-Nya keridhaan dengan ketentuan dan karunia-Nya, perlindungan abadi-Nya bagi dirimu yang telah ditempatkan-Nya dari satu hal ke hal lain, sebab kau tidak tahu letak kebaikan – dalam kesulitan atau kemudahan. Dia telah menyembunyikan pengetahuan tentang hal-hal darimu. Dia sendirilah yang tahu yang baik dan yang buruk.
-          Barangsiapa lebih menyukai tidur daripada shalat malam, yang membawa ke arah ketaqwaan, berarti ia memilih sesuatu yang buruk, sesuatu yang mematikannya dan membuatnya acuh tak acuh terhadap segala keadaan. Sebab, tidur adalah saudara kematian. Karenanya, Allah tidak tidur, sebab Ia bersih dari  segala kecacatan. Begitupula dengan para malaikat, sebab mereka senantiasa amat dekat dengan Allah yang Maha Kuasa lagi Maha Agung.
-          Ketahuilah, bahwa bencana tidak menimpa orang mukmin untuk merusaknya tetapi justru untuk meningkatkan kapasitasnya (wa’lamu annal  baligyata lam tu’til mu’mina lituhlikahu, bal li takhtabirah).
-          Jangan menganggap Allah tak berdaya dalam sesuatu hal, janagan menganggap ketetapan-Nya tak sempurna, dan jangan sedikitpun ragu akan janji-Nya.
-          Melakukan sesuatu karena nafsu, bukan karena perintah Allah, berarti menyimpang dari kewajiban dan menentang kebenaran. Melakukan sesuatu, bukan karena nafsu, berarti selaras dengan kebenaran, sedang mencampakkannya, berarti kemunafikan.
-          Jika kau memohon tibanya cahaya siang  selama kian memekatnya malam, maka permohonanmu sia-sia; tapi kepekatan malam kian memuncak hingga mendekati fajar, siang datang dengan kecerahannya, engkau kau kehendaki atau tidak. Jika kau kehendaki kembalinya malam pada saat itu, maka do’amu takkan dikabulkan. Sebab kau telah meminta sesuatu yang tak layak. Kau akan dibiarkan meratap, lunglai, jemu dan enggan. Tinggalkanlah semua ini, senantiasa beriman dan patuhlah kepada Tuhanmu dan bersabarlah. Maka, segala milikmu takkan lari darimu, dan segala yang bukan milikmu takkan kau peroleh.
-          Pegang teguh dan ridhalah atas sedikit yang kau miliki, hingga ketentuan nasib mencapai puncaknya, dan kau dibawa ke keadaan yang lebih tinggi. Kau akan ditempatkan didalamnya, dan terjaga dari kekerasan kehidupan duniawi ini, akherat, kekejian dan kesesatan. Kemudian kau akan dibawa kepada yang mengenakkan matamu. Ketahuilah bahwa bagianmu takkan lepas darimu dengan pengupayaanmu terhadapnya, sedang yang bukan bagianmu takkan kau raih walau kau berupaya keras. Maka dari itu, bersabarlah dan ridhalah dengan keadaanmu. Jangan mengambil atau memeberikan sesuatupun sebelum diperintahkan.
-          Kesabaran adalah sumber segala kebajikan dan keselamatan didunia dan di akherat, dan melaluinya para mukmin mencapai kepasrah ikhlasan terhadap kehendak Allah, dan kemudian melebur dalam tindakan-tindakan Allah yang adalah keadaan para badal atau ghaib. Maka jangan sampai gagal meraih keadaan seperti ini, agar kau tidak hina di dunia ini dan di akherat, agar kekayaan keduanya ini tak berlalu darimu.
-          Maka bila sesuatu kekeliruan ada padamu, ketahuilah bahwa kau sedang diuji, digoda dan dipermainkan oleh setan-setan. Maka kembalilah kepada hukum dan pegang teguhlah ia, dan jagalah dirimu agar senantiasa bersih dari keinginan-keiginan rendah, sebab segala yang  tidak dikukuhkan oleh hukum adalah  kekafiran.
-          Jika rahmat tercabut darimu, maka wajib bagimu minta tolong kepada-Nya, menunjukkan kerendahdirian, mengakui dosa-dosamu, mengeluh kepada-Nya akan kejahatan dirimu dan akan penjauhanmu dari kebenaran, mengesakan-Nya mengakui rahmat-rahmat-Nya dan menyatakan keselarasanmu, sampai berakhirnya musibah dan berganti dengan karunia-Nya, kemudahan dan kebahagiaan.
-          Barangsiapa makan, minum dan tidur berlebihan maka lenyaplah kebaikan dari dirinya. Barangsiapa makan sedikit dari yang haram, maka ia serupa dengan orang yang makan banyak dari yang halal. Sebab sesuatu yang haram menggelapi iman. Bila iman tergelapi, maka do’a, ibadah dan jihad tak maujud.
Barangsiapa makan banayak dari yang halal berdasarkan perintah Allah, maka ia menjadi seperti orang yang makan sedikit dengan penuh pengabdian. Jadi, sesuatu yang halal ialah cahaya yang ditambahkan pada cahaya, sedang sesuatu yang haram ialah kegelapan yang ditambahkan pada kegelapan, yang didalamnya tiada kebaikan.
______________________________________________

(16)HABIB  AHMAD MAHDI bin MUHAMMAD AL-HIYED :
-          Sebetulnya pemuda sekarang memiliki gairah yang tinggi untuk belajar agama, tetapi dalam membina akhlak mereka, tetap seorang ustadz harus memberikan pendampingan secara khusus.
______________________________________________

(17)HABIB  ABUBAKAR bin ABDULLAH bin THALIB bin HUSAIN bin UMAR bin ABDURRAHMAN AL-ATTAS  :
-          Anakku, rahasia adalah amanat, tidak ditaruh dikertas-kertas, tapi dari hati ke hati, Aku wasiatkan padamu 3 (tiga) hal :
Pertama, pasanglah niat yang baik dalam setiap perbuatanmu
Kedua, jagalah hatimu agar selalu bersama Allah
Ketiga, lakukan shalat witir 11 rakaat dengan kaifiyat  seperti yang aku dapat dari Habib Hasan bin Soleh al-Bahr.
-          Hadapkanlah jiwa dan ragamu kepada Allah Swt sepenuhnya. Kerahkan segenap upaya dan niat. Niscaya, Ia akan menggamitmu untuk menjadi salah seorang wali-Nya. Lalu, Ia akan mengucurkan karuia demi karunia yang bakal mendamaikan kedua pelupuk mata dan kepundan hatimu (Surat untuk Habib Aqil bin Idrus bin Aqil).
-          Curahkan perhatian kepada anak-anakmu. Awasilah segala tindak tanduk mereka, agar kelak mereka bisa membahagiakan hatimu.
-          Berprasangka baiklah terhadap hamba-hamba Allah. Sebab rahasia-rahasia-Nya senantiasa terpendam dalam diri mereka. Sudut-sudut bumi takkan pernah kosong dari hamba-hamba pilihan yang memanggung  rahasia itu. Sepotong syair mengalun syahdu : Andai bukan karena mereka ditengah-tengah manusia, niscaya bumi dan gunung-gunung itu akan luluh lantak oleh terpaaan dosa-dosa.
-          Ketahuilah wahai kekasihku, umur kita telah dekat. Saat ini kita telah menapaki usia 70-an.  Hati ini telah terkunci rapat untuk dunia. Dunia, bagi diri kita, hanyalah untuk mengenyangkan perut yang kelaparan, mencukupkan orang-orang yang kekurangan, meringankan beban faqir miskin, dan berbagai amal kebaikan. Adapun untuk selain itu, tak terbetik sedikitpun pada dunia.
-          Syukurilah curahan nikmat-nikmat-Nya padamu berupa rasa cinta kepada orang-orang baik dan fi’il-fi’il baik. Manakala kau bersyukur, Ia akan menamabah kenikmatan padamu. Tambahan nikmat itu bisa berupa nikmat bathin dan dhahir. Pemberian-Nya tidak lah sama dengan pemberian kita. Pemberian kita terbatas dalam angka-angka, sedang pemberian-Nya tidak terbatas.
______________________________________________

(18)HABIB  ALI bin ABDURRAHMAN ASSEGAF  :
-          Nabi selalu hadir dalam setiap maulid dimana saja, sepanjang kita mengucapkan marhaban ya nurul aini, marhaban ya jaddal husaini. Sebab kalimat itu merupakan ucapan selamat datang kepada rasul.
______________________________________________

(19)HABIB  ALI bin ABDUL QADIR bin MUHAMMAD bin ALI AL-HABSYI  :
-          Ketika saya melihat negeri Indonesia dengan mata kepala sendiri, sebelumnya tidak terlintas dihati saya bahwa ternyata ummatnya menganut ajaran Islam sebagaimana di Hadramaut. Apa yang saya lihat di pondok-pondok dan majelis taklim di Indonesia suasana Islami yang betul-betul menyejukkan hati. Saya belum melihat hal seperti ini dinegeri lainnya, meski di arab sendiri. Orang mengira bahwa bangsa Indonesia kurang dalam pengertian agamanya, tetapi setelah saya membuktikan sendiri disini pandangan itu berbalik 100 %, ini memberikan perasaan gembira luar biasa pada diri saya, dan saya berterima kasih kepada ummat Islam di Indonesia. Saya juga berharap, ummat islam di Indonesia bertambah kokoh dalam menjalankan ajaran-ajaran Islam, sebagaimana yang dijalankan Rasulullah Saw.
______________________________________________

(20)HABIB  ABDULLAH bin ABUBAKAR SYAKRAN ALAYDRUS  :
-          Peraslah jasadmu dengan mujahadah (memerangi hawa nafsu dunia), sehingga keluar minyak kemurnian.
-          Siapapun yang dengan penuh kesungguhan hati mendekatkan diri kepada Allah, terbukalah khazanah Allah.
-          Meninggalkan dan menjauhi menggunjing orang lain adalah raja diatas dirinya, menjauhi mengadu domba adalah ratu dirinya, baik sangka kepada orang lain adalah wilayah dirinya, duduk bercampur dalam majelis dzikir adalah keterbukaan hatinya.
_____________________________________________

(21)HABIB ABU ABDILLAH THAHIR bin MUHAMMAD AL-HADDAD  :
-          Sesungguhnya para malaikat mempunyai 2 malam hari raya sebagaiamana manusia mempunyai  ‘idul fitri dan ‘idul adha, yaitu Lailatul bara-ah dan  Lailatul al-qadr. Hari raya malaikat dirayakan pada malam hari, karena bagi mereka siang atau malam sama saja. Berbeda dengan manusia, yang malam harinya untuk tidur dan beristirahat.
______________________________________________

(22)HABIB  AHMAD bin ABDULLAH AL-KAFF  :
-          Diwaktu dhuha, kebanyakkan orang lupa akan Allah. Mereka terlena dengan kesibukan masing-masing. Sementara diwaktu malam, kebanyakkan orang didunia inipun sedang lupa, mereka larut dalam nyenyak tidurnya. Padahal, diwaktu itulah Allah menurunkan berkahnya bagi orang yang beriman, yang menyempatkan diri untuk mengingat Allah.
-          Menjalankan ssunah rasul secara konsekuen merupakan cara yang ampuh untuk menghadapi orang-orang kafir yang akan merusak ummat islam. Kita perangi mereka bukan dengan cara kekerasan, tetapi dengan meninggalkan kebudayaan mereka.
_____________________________________________

(23)HABIB  AHMAD bin TOHA bin SYEKH AL-MUNAWWAR  :
-          Di zaman sekarang, ketidakpercayaan sebagian ummat terhadap isra’ mi’raj bukan berupa tantaangan atau bantahan, tetapi keengganan untuk melaksanakan hasil utama perjalanan isra mi’raj, yakni shalat 5 waktu, dan keengganan mengambil hikmah nabi diberi izin melihat sorga serta neraka.
-          Katakan saja al-Qur’an dan terjemahannya itu ada 488 halaman, kemudian setiap hari seseorang mau menyempatkan membaca 1 ½  halaman saja, setiap tahun mereka sudah khatam al-Qur’an dan mengerti artinya. Jelas, kalau hal ini dilakukan banyak orang. Insya Allah akan mengurangi kejahatan, stress, dan perbuatan dosa lainnya. Sebaliknya, akhlak-akhlak qur’ani, bisnis qur’ani, tingkah laku qur’ani lainnya, akan terwujud pada setiap muslim Indonesia.
______________________________________________

(24)HABIB ABDULLAH bin MUHSIN bin UMAR bin ABDURRAHMAN ALATAS  :
-          Orang yang suka memperlihatkan kekeramatannya akan terhalang untuk meningkat kederajat yang lebih tinggi.
_____________________________________________

(25)HABIB  AHMAD bin MUHAMMAD  ALATAS  :
-          Hati yang kosong dan jarang mengaji serta menyebut nama Allah merupakan lahan subur bagi masuknya sihir. Rumah harus selalu dihiasi dengan bacaan al-Qur’an dan shalat, agar setan tidak berani mengganggu.
-          Saya berkesimpulan, ilmu para dukun itu bohong belaka. Bahkan ada dukun yang memerintahkan jinnya untuk mengganggu orang-orang tertentu, kemudian dia berlagak  mengobati. Tentu saja bisa, sebab dukun dan jin itu sudah bersekongkol.
-          Beberapa pengalaman menunjukkan, para pasien yang terkena sihir atau gangguan jin dan setan disebabkan :
Pertama, orang itu sendiri memiliki sifat penakut yang tinggi
Kedua, banyak menangis (cengeng)
Ketiga, lengah atau lupa pada kewajiban agama seperti tidak mengerjakan shalat, serta tidak membiasakan membaca al-qur’an atau bacaan wirid untuk membentengi diri
Keempat, suka mengumbar syahwat
Kelima, melakukan amalan tetapi dengan niat yang tidak bagus
Keenam, mengganggu setan, seperti mengencingi pokok pohon besar yang sering menjadi rumah setan
Ketujuh, setan memang sedang menyukai dirinya, karena dia sering telanjang tidak dalam keadaan mandi
Kedelapan, bermaksiat kepada Allah Swt.
_____________________________________________

(26)SAYYID  ABUL HASAN  ALI AL-HASANI  AN-NADAWI
(Sayyid Abu Hasan bin Abdul hayy bin Fakhruddin bin ‘Aliy al-Hasani)  :
-          Penyakit terparah yang sedang diderita dunia Islam dewasa ini ialah merasa tenang, tenteram dan puas dengan kehidupan duniawi. Tidak peduli terhadap keadaan yang serba rusak, tenang tenteram, terlampau berlebih-lebihan, sehingga hatinya tidak cemas melihat kerusakan, tidak terkejut melihat penyelenwengan, tidak gelisah menyaksikan kemungkaran, dan seolah-olah tidak ada lagi yang perlu diperhatikan selain sandang pangan.
-          Apabila dunia Islam hendak berdiri diatas kaki sendiri dan hendak berfikir  dengan alam sendiri, ia harus sanggup melawan perasaan tunduk kepada barat. Ia harus mempunyai cendekiawan-cendekiawan besar sendiri dan harus memiliki penulis-penulis ulung sendiri. Mereka harus mampu melihat kelemahan peradaban barat dan mengungkap serta melancarkan kritik. Mereka harus dapat meneliti dan memeriksa pendapat-pendapat kaum orientalis barat, menolak tulisan-tulisan mereka yang salah dan memperbaiki kekeliruan-kekeliruannya. Tidak bisa tidak mereka harus mendalami berbagai cabang ilmu agama islam agar hasil-hasil pemikirannya dapat dijadikan bahan oleh kaum orientalis di eropa dan Amerika untuk membetulkan pendapat-pendapat mereka yang keliru.
-          Orang-orang yang berani menghadapkan jiwa raga dan nasib hidupnya kepada bahaya maut, orang-orang yang berani mempertaruhkan pekerjaan dan mata pencahariannya dan rela menderita kerugian betapapun besarnya adalah pahlawan-pahlawan sejati.
-          Suatu kebahagiaan apabila harta benda  atau usaha beberapa prang mengalami kerugian demi keselamatan manusia dari siksa Allah dan azab neraka.
-          Jika dunia Islam ingin melanjutkan kehidupan dan ingin bebas dari perbudakan orang lain, atau bila ia ingin memainkan peranan sebagai pemimpin bangsa-bangsa di dunia, pertama-tama ia harus merdeka di bidang pendidikan dan pengajaran. Bahkan ia harus dapat memegang pimpinan atas ilmu pengetahuan.
-          Sesungguhnya sistem pendidikan modern sekarang ini tidak mampu mengajarkan mata murid untuk menangis dan tidak mampu pula menanamkan sifat khusyu’ ke dalam hatinya.
-          Satu hal yang paling dikhawatirkan akan merusak kehiduopan ummat, yang akan menjerumuskannya kedalam bencana dan malapetaka, dan yang akan membuatnya sebagai mangsa bagi orang-orang munafik dan permainan kaum petualang; ialah hilangnya kesadaran dikalangan ummat Islam. Dengan hilangnya kesadaran mereka mudah terpikat oleh segala macam ajakan, mudah hanyut dalam gelombang, mudah tunduk kepada orang yang berkuasa, bersikap masa bodoh terhadap kemungkaran, dan sabar menerima kezaliman. Apabila ummat sudah kejangkitan penyakit-penyakit seperti itu, ia tidak akan mau memikirkan banyak urusan,tidak mau menempatkan sesuatu pada tempatnya, tidak dapat membedakan  kawan dan lawan, tidak dapat membedakan yang baik dari tipu muslihat yang jahat, tidak mampu menarik pengertian dari berbagai kejadian dan peristiwa, tidak mau belajar dari pengalaman, dan tidak dapat menarik manfaat dari terjadinya pelbagai macam bencana.
_____________________________________________

(27)HABIB  ABDURRAHMAN bin  SMITH  :
-          Biasanya, hanya orang yang memendam rindu yang luar biasa  yang bisa mimpi bertemu beliau (Rasulullah Saw)
-          Adapun kiat agar bisa mimpi bertemu Rasulullah Saw yaitu kita harus terus memupuk kecintaan kepada Rasulullah, karena orang yang cinta berat bisa bertemu didalam mimpi. Sedang kalau mau tidur diharapkan sebelumnya berwudhu, kalau sempat shalat 2 rakaat dan selalu membaca do’a tidur serta membaca shalawat kepada nabi Muhammad saw hingga tertidur.
-          Kaum muslimin harus meningkatkan kualitas diri, karena akan berpindah dari satu tempat ketempat yang lain.
Pertama, dari keraguan menuju kepada keyakinan kepada Allah Swt.
Kedua, berpindah dari riya’ kepada ikhlas,
Ketiga, dari kibr (kesombongan) kepada  tawadhu’ (rendah hati)
Keempat, kita berpindah dari kehidupan duniawi yang serba menggoda tapi bersifat sementara kepada hidup selama-lamanya, kita berpindah kealam zuhud menuju alam akherat. Maut akan datang secara tiba-tiba, dan kita berada dalam majelis ini dalam rangka mencari bekal ketika berada dialam barzakh serta alam akherat.
Kelima, kita harus bisa meninggalkan kehidupan yang penuh permusuhan, menuju kehidupan yang penuh persahabatan dan kedamaian.
_____________________________________________



(28)HABIB  ABDUL KADIR bin HADI AL-HADDAR  :
-          Saya melihat, setiap orang mempunyai kelebihan dalam dakwah, yang kalau dimanfaatkan secara maksimal akan membuat dakwah itu berhasil. Ada orang yang dengan istiqamah mengambil peran dibelakang layar, dengan ikhlas dan tawadhu’ melancarkan perjuangan mengharumkan agama Allah.
-          Saya tidak mengajar, lebih tepat belajar bersama dengan ustadz-ustadz yang lain. Kalau kebetulan saya duduk dengan teman-teman, saya menerangkan apa yang dapat saya sampaikan. Kalau untuk pidato, saya bukan ahlinya.
_____________________________________________

(29)HABIB  ALWI bin HUSEIN  AIDID  :
-          Sewaktu antum naik mimbar, baik berceramah maupun menjadi khatib jum’at, antum sama juga mewakili Rasulullah. Dan di kanan kiri antum, malaikat menyaksikan. Maka, jaga ucapan antum.
______________________________________________

(30)HABIB  ABDURRAHMAN bin ABDULLAH  BILFAQIH  :
-          Kalau kita ingin belajar maupun bertanya, segeralah membaca al-Qur’an atau hadits, atau bertanya kepada para ulama yang mengetahui kedua sumber Islam tersebut.
-          Ketahuilah, sesungguhnya thariqah anak cucu nabi (sadah, jamak untuk Sayyid) dari keluarga Abi Alawi (Bani Alawi) merupakan salah satu thariqah kaum sufi yang dasarnya adalah ittiba’ (mengikuti) al-Qur’an dan sunnah, sedangkan bagian utamanya (ra’suha) adalah  Sidqul iftiqar ( benar-benar merasa butuh kepada Allahj) dan Syuhudul minnah (kesaksian bahwa semuanya adalah karunia Allah semata).
_____________________________________________



(31)HABIB  AHMAD bin ABUBAKAR bin  SMITH  :
-          Ilmu agama yang dimaksud adalah semua ilmu yang dianjurkan oleh syari’at untuk dipelajari, seperti ilmu tafsir, hadits,fiqih dan semua ilmu yang mendukung ilmu-ilmu diatas, serta ilmu tauhid yang melindungi seseorang dari aqidah-aqidah yang sesat, dan ilmu tasawuf, yang membersihkan hati dan melindungi amal dari segala hal yang dapat merusaknya. Sedangkan amal yang dimaksud adalah semua amal yang dianjurkan oleh islam untuk diamalkan, dan pengamalannyapun dilandasi ilmu.
______________________________________________

(32)HABIB  ALI ZAINAL ABIDIN bin ABDULLAH bin AHMAD AL-KAFF :
-          Orang yang bertakwa itu adalah orang yang mendapat jalan keluar dari permasalahan yang dihadapi. Dalam menghadapi urusan dunia, tidak cukup haanya dengan kekuatan fisik dan pikiran, tapi juga dengan kekuatan iman. Kunci kesuksesan hidup di dunia ini adalah ketergantungan seseorang kepada Allah.
-          Dekatkan diri kepada Allah dengan ssungguh-sungguh, perbaiki ibadah dan lakukan usaha dengan sempurna. Baru mohon dan berdo’a kepada Allah. Dahulukan Allah sebagai yang memiliki. Lihatlah ketika bangun tidur, kita disuruh shalat dulu, beribadah dulu, baru sehabis itu kita berusaha mencari rezeki.
-          Rezeki yang paling baik adalah yang dicari hari ini dan digunakan hari ini, besok dicari lagi, seperti burung.
-          Dunia ini adalah fasilitas untuk kepentingan kita didunia dan akherat. Jangan jadikan dunia sebagai tujuan hidup yang sebenarnya. Hidup yang sebenarnya adalah diakherat. Dunia bukanlah tujuan hidup, tapi alat untuk mencapai tujuan hidup. Tujuan hidup yang sebenarnya, baik didunia maupun akherat, adalah ridha Allah. Harta, kekayaan dan berbagai fasilitas duniawi hanyalah alat. Jangan jadikan itu sebagai tujuan. Tanpa pernik-pernik itupun seorang muslim bisa menggapai redha Allah.

-          Harusnya ulama memikirkan ummat secara terus menerus, ummat janagan dijadikan objek. Ketika belum terkenal, giat melayani ummat, menyayangi orang yang lemah, dan bergaul dengan siapa saja.Tapi kalau sudah terkenal, mereka menjadi sulit ditemui, menghindari orang miskin, dan dhuafa. Kalau akan ditemui, alasannya selalu tidak ada waktu. Tapi ironisnya, kalau yang datang orang kaya, mempunyai pengaruh, akan disambut dengan terbuka dan senang hati. Karena ada keinginan untuk juga menjadi orang kaya dan berpengaruh. Ummat yang melihatnya akan bingung. Bisa saja orientasi hidup mereka juga akan mencari harta dan kekayaan sebanyak-banyaknya dengan cara apapun.
______________________________________________

(33)HABIB  ABDULLAH ZAKIY  bin SYECH AL-KAFF  :
-          Saya selalu lapar tabaruk.
-          Saya sebetulnya bukan santri, tetapi hanya sebagai  pendengar ceramah-ceramahnya.
-          Jika Allah menghendaki kebaikan pada hamba-Nya, Dia akan menghilangkan penghalang (hijab) anatara diri-Nya dan jiwa yang merupakan lauh (lembaran). Di dalamnya terukir arti yang terselubung, lalu jiwa itu mengibaratkan rahasia-rahasia tersebut menurut kehendaknya kepada hamba Allah yang dikehendaki. Hakikat hikmah dapat diperoleh melalui ilmu laduni. Selama manusia belum sampai pada erajat itu, dia tidak bisa disebut al-Hakim, orang yang arif dan bijaksana. Karena itulah, ilmu hikmah merupakan anugerah dari Allah.
_____________________________________________

(34)HABIB  ALI ZAINAL ABIDIN  AL-HABSYI  :
-          Kita harus pandai mengambil hati manusia, mengajaknya agar mau bertaubat agar dijauhkan dari musibah.
-          Jaanganlah kita melihat sisi kehidupan seseorang pada masa lalunya yang kelam saja, siapa tahu sekarang hatinya terbuka dan mau bertaubat.
_____________________________________________

(35)SAYYID  ABUL  A’LA  AL  MAUDUDI  :
(Abul  a’la  bin  Hasan  al-Maududi)  :
-          Apabila watak suatu bangsa telah lebur dalam kepribadian bentuk lain, berarti kehancuran bagi bangsa itu sendiri.
-          Kalau ummat Islam ingin supaya peradaban dan kebudayaan Islam tetap utuh, maka sikap dan akhlak hidup setiap muslim harus tetap abadi. Oleh karena itu, sejak dari sekarang dengan rasa penuh tanggungjawab dari pemimpin-pemimpin ummat islam dewasa ini, harus mewariskan kepemimpinan yang baik kepada calon-calon generasi penerus, sebagaimana yang telah diwariskan dari mujahid-mujahid islam terdahulu.
-          Bagi seorang muslim tidak ada rasa cinta yang mendasar, kecuali rasa cinta kepada Allah Swt dan Rasul-Nya dan agama Islam. Apabila rasa cinta yang demikian terdapat didalam setiap jiwa manusia, kemudian dapat dilemahkan, sehingga lebih lemah dari sarang laba-laba, maka dapat dipastikan bahwa rasa egoisme dan individualisme akan tumbuh didalam jiwa mereka. Sehingga dengan demikian mereka itu tidak enggan lagi untuk mengorbankan sesuatu yang paling berharga, mahal lagi suci demi kepentingan diri mereka sendiri. Inilah sumber dari segala pengkhianatan.
-          Kaum wanita hendaklah dididik mengerti, bahwa kebudayaan barat adalah kebudayaan yang merusak, memperbudak dan mematikan insaniyah kewanitaan sehingga secara berangsur-angsur turun kepada derajat hewani yang hanya mementingkan materi belaka.
-          Berlanjut dan utuhnya seluruh aspek kehidupan generasi muda islam, tergantung kepada usaha yang dilakukan oleh ummat islam dewasa ini dalam mewariskan kebudayaan Islam kepada mereka, menurut metode petunjuk Ilahi. Kebudayaan tersebut telah diwarisi dari ummat Islam terdahulu, yaitu kebudayaan yang membedakan ummat Islam dengan bangsa yang bukan Islam.
_____________________________________________

(36)HABIB  ALI bin ALWI bin ALI AL-HABSYI  :
-          Syarat orang bisa membaca kitab adalah belajar ilmu nahwu. Kalau tidak mempelajari nahwu, ia tidak bisa membaca kitab. Nahwu adalah grammar (tata bahasa) untuk membuka khazanah kitab kuning karya para ulama.
-          Berdakwah itu ada pengaruh ke jiwa. Sekalipun sakit, kalau untuk berdakwah jadi tidak sakit. Saya sering kena penyakit pusing dan badan cepat lelah. Kalau sudah untuk berdakwah, penyakit itu hilang, semacam jadi obat, dan tidak terasa.
-          Dalam hal membaca maulid simthud durar (maulid al-habsyi) ada kaidah yang semestinya diikuti : bagusnya dibaca secara keseluruhan. Jika akan dipersingkat, baca semua dari awal sampai mahalul qiyam. Lepas itu, fase (pasal) pertama mahalul qiyam dibaca sampai habis. Baru diakhiri dengan pasal paling akhir dan ditutup do’a. Jadi tidak asal potong.
-          Bagaimana cara meraih mahabbah itu ? Mari banayak-abanyak membaca shalawat. Dengan membaca baanyak kisah maulid, kita juga berdzikir, sehingga do’a do’a kita pun membuka pintu mahabbah-Nya.
_____________________________________________

(37)HABIB ALWI bin SALIM ALAYDRUS  :
-          Kalau kamu  takhaluq (berpegangan pada guru, biasanya seorang syaikh), Insya Allah kamu akan dibimbing, meskipun sang guru telah meninggal. Jadi seorang murid tetap punya hubungan bathin.
_____________________________________________



(38)HABIB ALI bin  HASAN bin ABDURRAHMAN AL-KAFF
-          Dalam dakwah jangan pernah membicarakan hal duniawi, apa yang disampaikan Rasulullah itulah yang kita tiru.
-          Banyak cara kita untuk menghidupkan syiar Islam, salah satunya, misalnya iklan-iklan yang ada dijalan dimodifikasi, berupa baliho yang bertuliskan asmaul husna beserta artinya, sedangkan nama pengiklannya cukup ditulis dibawahnya.
______________________________________________

(39)HABIB ABDURRAHMAN bin SYEKH ALATAS  :
-          Yang paling utama kami tekankan disini adalah adab dan akhlak santri. Kami menggugah kesadaran mereka agar setiap perbuatan yang dilakukan mereka, semua berdasar pada kesadaran mereka sendiri. Tidak ada fungsinya orang yang memiliki ilmu tapi dia tidak beradab dan berakhlak. Bisa jadi ilmunya akan merusak bumi dan isinya.
_____________________________________________

(40)HABIB AHMAD bin HASAN AL-ATTAS  :
-          Menjadi imam adalah suatu perbuatan beramal kepada Allah. Azan adalah sifat berdakwah atau seruan. Amalan kepada Allah tentu lebih utama daripada seruannya. Untuk itulah kita tidak pernah mendapati Rasulullah menjadi muazin – beliau selalu menjadi imam. Sekiranya Nabi mengumandangkan azan, wajiblah bagi sekalian yang mendengarnya untuk datang dan menjawab panggilannya.
-          Seseorang yang menziarahi aulia, apakah masih hidup atau sudah meninggal Allah Swt  akan memberinya pahala seperti beribadah sampai putus-putus anggota badannya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar